Mengatasi Gangguan Komunikasi dan Kontak Mata pada Balita di Depok, Jawa Barat
Kisah Anto, anak 2,5 tahun yang berhasil mengatasi minimnya kontak mata dan membangun respons komunikasi setelah terapi rutin (Home Care).
Ketika orang tua 'Anto' (nama samaran) menghubungi Naray Therapy, ibunya merasa sangat khawatir. Di usia 2,5 tahun, Anto belum ada respons ketika dipanggil namanya, tidak ada kontak mata dengan orang lain, dan begitu pula rentang atensinya. Alhasil, sama sekali tidak ada respons interaksi dua arah dengan orang sekitar.
Selain itu, tidak ada kata-kata atau suara spontan yang keluar. Ini merupakan kekhawatiran yang sangat mendalam dan membuat banyak orang tua merasa, 'Ini anak saya banget!'. Langkah yang mereka tempuh memberikan seberkas harapan.
Ringkasan Eksekutif
- Masalah Awal: Anak 2,5 tahun belum ada respon panggil, tidak ada kontak mata, interaksi dan rentang atensi minim.
- Layanan: Terapi Sensori Integrasi.
- Durasi: 6 bulan (3x seminggu).
- Hasil: Konsisten merespon ketika dipanggil, kontak mata hingga 30-40 detik berturut-turut, tertawa bila diajak bercanda.
- Lokasi: Rumah Klien di Depok, Jawa Barat.

Proses Asesmen & Diagnosa
Terapis sensori integrasi dari tim Naray melakukan wawancara dengan orangtua, observasi dan tes mendalam selama kurang lebih 60 menit menggunakan pemeriksaan kualitas sensori integrasi anak tipikal seusia Anto (berpatokan pada Milestone perkembangan berdasarkan formulir SPM-2 / Sensory Processing Measures by WPS).
Hasil asesmen menemukan akar masalah: Kemampuan sensori dasar Anto dalam indikasi kesulitan berat, secara khusus sensori taktil (perabaan), Proprioseptif (Rasa sendi), dan vestibular serta masuk ke dalam kategori sensori yang hipersensitif. Selain itu, refleks primitif pada anak belum matang saat usianya 2,5 tahun.
Program Terapi yang Dijalankan (IEP)
Kami menyusun Individual Education Plan (IEP) khusus untuk Anto:
- Bulan 1 (Engage dan Bonding): Terapi sensori integrasi yang menyenangkan dengan cara bermain sesuai kemampuan. Membawakan mainan yang Anto suka sehingga belajar dengan happy dan building trust.
- Bulan 2-4 (Pematangan reflex primitif, stimulasi taktil & vestibular): Terapis mengajak Anto bermain bersama (puzzle, mainan donat). Juga membuat playdoh dengan tepung, minyak, air, dan pewarna agar stimulasi sensori terasah maksimal.
- Bulan 5-6 (Integrasi sensori & Pemahaman instruksi sederhana): Menggunakan bola gym dan mainan kesukaan Anto lainnya ke arah permainan yang bertujuan. Pada masa akhir bulan ke-6, Anto mulai memberikan respons panggil nama secara konsisten dan mau diarahkan pada permainan.
Peran Orang Tua (Home Program)
Kami membagi beban untuk home program: Orang tua ikut serta memberikan stimulasi pada area taktil, proprioseptif, dan vestibular dengan cara bermain (naik-turun perosotan, merangkak, massage deep pressure, jalan pagi/sore 30-40 menit, dan biarkan tidur tengkurap maupun telentang di atas bola gym).
Tantangan & Progres (The Journey)
Tiga bulan pertama pastinya terasa tantangan emosionalnya, karena usia Anto masih sangat dini. Ia selalu menangis saat sesi dimulai, lebih banyak berjalan keliling, dan masih kurang mau mengikuti arahan terapis. Hal seperti ini butuh kesabaran dan intervensi maksimal dari ahlinya.
Hasil Akhir Setelah 6 Bulan
Setelah menjalani kurang lebih 6 bulan terapi sesi home care dengan frekuensi 3x/minggu:
- Respon Panggil: Awalnya tidak ada respons, sekarang langsung mau melihat/menengok saat namanya dipanggil.
- Kontak Mata: Sebelumnya harus dipegang pipinya untuk mendapatkan kontak mata. Sekarang ia sudah memerhatikan saat orang bicara padanya dengan durasi 20-30 detik.
- Interaksi: Anto sudah merespons (bahkan tertawa) ketika orang mengajak bercanda!
Apa Kata Orang Tua?
"Setelah Anto terapi di tempat lain selama 6 bulan, belum menunjukkan perkembangan yang berarti maupun belum ada respon saat dipanggil. Tetapi, setelah 6 bulan berjalan bareng terapis dari Naray, Anto sudah ada kontak mata saat bertemu dengan sepupunya dan merespon pada candaan saya saat main bareng. Terima kasih bantuan dari Terapis Tim Naray selama ini."
Anda merasakan 'Ini anak saya banget!' seperti kisah Bunda Anto? Jangan tunda untuk melakukan asesmen lebih dini demi membantu mengejar tumbuh kembang komunikasi si Kecil.
